Apakah sistem komputer Anda mendadak melambat setelah pembaruan sistem? Banyak pengguna tidak menyadari bahwa berkas pembaruan lama masih tersimpan. Oleh karena itu, simak tutorial cara membersihkan drive hingga 20 GB setelah update Windows berikut ini untuk mengembalikan ruang penyimpanan Anda.
Pembaruan sistem operasi memang sangat penting untuk keamanan dan performa. Namun, proses ini sering kali meninggalkan sisa berkas berukuran sangat besar pada Drive C.
Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat mengembalikan kapasitas ruang penyimpanan yang terbuang. Selain itu, komputer Anda akan bekerja jauh lebih cepat dan responsif.
Mengapa Sistem Windows Menyimpan Sisa Update Berukuran Besar?
Saat Anda memperbarui Windows, sistem secara otomatis membuat salinan cadangan. Folder ini dikenal dengan nama Windows.old.
Tujuan utama folder tersebut adalah untuk keperluan pemulihan sistem. Jika versi baru bermasalah, Anda dapat kembali ke versi sebelumnya dengan mudah.
Namun, berkas cadangan ini bisa menghabiskan ruang disk hingga 20 GB. Jika pembaruan berjalan lancar, Anda tidak lagi membutuhkan berkas lama tersebut.
Tutorial Cara Membersihkan Drive Hingga 20 Gb Setelah Update Windows dengan Storage Sense
Windows memiliki fitur bawaan bernama Storage Sense. Fitur canggih ini sangat ampuh untuk menghapus berkas tidak berguna secara otomatis maupun manual.
Berikut adalah langkah-langkah mudah untuk menggunakan Storage Sense:
- Buka menu Settings dengan menekan tombol Windows + I pada keyboard.
- Pilih menu System, lalu klik pada opsi Storage.
- Aktifkan tombol Storage Sense agar sistem membersihkan sampah secara otomatis.
- Klik opsi Temporary Files untuk melihat rincian berkas pembaruan.
- Beri tanda centang pada opsi Previous Windows Installation(s).
- Klik tombol Remove Files untuk memulai proses pembersihan drive.
Proses pembersihan ini memerlukan waktu beberapa menit. Jangan matikan komputer Anda selama proses ini sedang berlangsung.
Tutorial Cara Membersihkan Drive Hingga 20 Gb Setelah Update Windows Lewat Disk Cleanup
Selain Storage Sense, Anda juga bisa menggunakan fitur klasik bernama Disk Cleanup. Alat ini sangat ampuh menemukan berkas tersembunyi pada sistem.
Ikuti panduan praktis berikut untuk mengosongkan ruang drive C:
- Tekan tombol Windows pada keyboard, lalu ketik Disk Cleanup.
- Pilih drive sistem Anda, yang biasanya ditandai dengan huruf C:.
- Tunggu hingga sistem selesai menganalisis jumlah berkas sampah.
- Klik tombol Clean up system files di bagian bawah jendela aplikasi.
- Centang opsi Previous Windows installation(s) dan Temporary Windows installation files.
- Klik OK lalu pilih Delete Files untuk mengonfirmasi tindakan Anda.
Dengan metode ini, Anda dapat menghapus berkas sistem lama dengan aman. Kapasitas penyimpanan Anda akan langsung bertambah secara signifikan.
Metode Tambahan Menghapus File Sampah Pembaruan Windows
Selain folder instalasi lama, ada jenis berkas lain yang menyita ruang penyimpanan. Berkas tersebut adalah Delivery Optimization Files dan folder SoftwareDistribution.
Anda bisa menghapus berkas optimasi pengiriman melalui menu Storage Settings. Fitur ini menyimpan salinan pembaruan untuk dibagikan ke perangkat lain dalam jaringan.
Jika Anda tidak berbagi pembaruan dengan perangkat lain, hapuslah berkas ini. Anda bisa menghemat ruang hingga beberapa gigabyte tambahan.
Berikut adalah cara membersihkan folder sisa secara manual:
- Tekan tombol Windows + R untuk membuka jendela Run.
- Ketik perintah %temp% lalu tekan Enter pada keyboard Anda.
- Pilih seluruh berkas dengan menekan kombinasi tombol Ctrl + A.
- Tekan tombol Delete untuk menghapus semua sisa berkas sementara tersebut.
- Ulangi langkah di atas dengan mengetik perintah temp tanpa tanda persen.
Langkah sederhana ini akan mengosongkan sisa cache aplikasi dan pembaruan sistem yang menumpuk.
Manfaat Utama Membersihkan Drive C Secara Berkala
Mengapa Anda harus rutin mengosongkan ruang penyimpanan pada komputer? Ada banyak keuntungan teknis yang bisa Anda dapatkan secara langsung.
Pertama, performa sistem operasi akan meningkat secara signifikan. Komputer tidak akan mengalami kemacetan saat Anda membuka aplikasi berat.
Kedua, Anda memberikan ruang yang cukup bagi sistem untuk bekerja. Windows memerlukan setidaknya 15 persen ruang kosong agar berfungsi optimal.
Ketiga, daya tahan media penyimpanan seperti SSD akan menjadi lebih awet. SSD membutuhkan ruang bebas untuk melakukan proses penulisan data secara efisien.
Pertanyaan Umum Seputar Pembersihan Drive Windows (FAQ)
Apakah aman menghapus folder Windows.old setelah update?
Proses ini sangat aman untuk dilakukan. Namun, pastikan sistem operasi baru Anda sudah berjalan stabil tanpa ada kendala teknis.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses pembersihan ini?
Proses pembersihan biasanya memakan waktu antara 5 hingga 15 menit. Durasi tergantung pada kecepatan media penyimpanan komputer Anda.
Apakah berkas pribadi saya akan ikut terhapus?
Tidak, berkas pribadi Anda aman. Langkah-langkah di atas hanya menghapus berkas sistem sementara dan dokumen instalasi lama.
Kesimpulan
Pembaruan sistem operasi memang sangat penting untuk menjaga keamanan perangkat Anda. Namun, pembaruan tersebut sering meninggalkan berkas sisa yang sangat besar.
Melalui tutorial cara membersihkan drive hingga 20 GB setelah update Windows ini, Anda bisa mengembalikan kapasitas penyimpanan. Gunakan fitur Storage Sense atau Disk Cleanup secara teratur.
Jangan biarkan drive C Anda penuh oleh berkas sampah yang tidak berguna. Rawat komputer Anda secara berkala agar performanya tetap cepat dan optimal.





