
Anda ingin memastikan data di partisi tertentu tidak dapat diubah atau dihapus tanpa izin? Artikel ini akan mengajarkan Anda cara mengunci partisi di Windows secara aman dan permanen, menggunakan fitur yang sudah terintegrasi dalam sistem operasi.
Ringkasan Panduan
Setelah mengikuti langkah-langkah ini, Anda akan dapat:
- Menentukan partisi yang akan dikunci.
- Membuat skrip DiskPart yang mengeksekusi perintah penguncian.
- Menjalankan skrip tersebut dari Command Prompt dengan hak administrator.
- Memverifikasi bahwa partisi tidak dapat diubah tanpa kunci.
Panduan ini ditujukan bagi pengguna Windows 10 dan Windows 11 yang memiliki hak administrator. Fitur ini berguna bagi administrator sistem, pengembang, atau pengguna yang ingin melindungi data penting dari perubahan tidak sengaja.
Sebelum Memulai
- Windows 10/11 Pro, Enterprise, atau Education (versi Home tidak mendukung fitur ini secara native).
- Akses ke akun administrator.
- Koneksi internet tidak wajib, namun disarankan untuk memeriksa update sistem.
- Backup data partisi yang akan dikunci.
Tutorial Cara Mengunci Partisi Di Windows
1. Menyiapkan Sistem
Buka Command Prompt dengan hak administrator. Klik kanan pada menu Start, pilih “Command Prompt (Admin)” atau “Windows PowerShell (Admin).” Pastikan Anda berada di prompt yang memiliki ikon administrator.
2. Membuat Skrip DiskPart
Di dalam editor teks (misalnya Notepad), ketik skrip berikut dan simpan sebagai lockdisk.txt di folder misalnya C:\temp. Ganti Disk 1 dengan nomor disk yang sesuai, dan Partition 2 dengan nomor partisi yang ingin dikunci.
select disk 1
select partition 2
attributes disk set readonly
attributes volume set readonly
Penjelasan:
select disk 1memilih disk fisik.select partition 2memilih partisi.attributes disk set readonlymengunci disk agar tidak dapat ditulis.attributes volume set readonlymengunci volume yang terkait.
3. Menjalankan DiskPart
Kembali ke Command Prompt, jalankan perintah berikut:
diskpart /s C:\temp\lockdisk.txt
Jika skrip dieksekusi tanpa error, partisi akan dikunci. Anda akan melihat pesan “DiskPart succeeded.”
4. Verifikasi Penguncian
Coba akses partisi melalui File Explorer. File Explorer akan menampilkan partisi sebagai “Read-Only” dan Anda tidak dapat menyalin, memindahkan, atau menghapus file di sana. Untuk konfirmasi lebih lanjut, jalankan:
diskpart /s C:\temp\check.txt
File check.txt berisi skrip berikut:
select disk 1
select partition 2
attributes disk get readonly
attributes volume get readonly
Output akan menunjukkan atribut ReadOnly = 1.
5. Membuka Kunci (Jika Diperlukan)
Jika Anda perlu membuka kunci, buat skrip unlockdisk.txt:
select disk 1
select partition 2
attributes disk clear readonly
attributes volume clear readonly
Jalankan dengan perintah diskpart /s C:\temp\unlockdisk.txt. Partisi akan kembali normal.
Tips dan Kesalahan Umum
- Pastikan Anda mengidentifikasi nomor disk dan partisi dengan benar. Salah memilih dapat mengunci seluruh disk.
- Setelah mengunci, coba akses partisi lewat Command Prompt. Jika tidak ada error, proses berhasil.
- Jika partisi berisi sistem operasi, kunci akan membuat sistem tidak dapat boot. Hindari kunci pada partisi sistem.
- Backup data sebelum melakukan penguncian. Jika terjadi kesalahan, Anda dapat mengembalikan keadaan sebelumnya.
- Gunakan
attributes volume get readonlyuntuk memeriksa status sebelum dan sesudah.
Gunakan perangkat lunak hanya yang diperoleh secara sah dan terdaftar.











