
Sering kali kita menambah kapasitas penyimpanan dengan menambahkan hardisk baru, namun tetap ingin memanfaatkan ruang yang ada pada partisi lama. Tutorial Cara Menggabungkan Partisi Hardisk akan menunjukkan cara menggabungkan dua partisi tanpa kehilangan data.
Tutorial Cara Menggabungkan Partisi Hardisk
Ringkasan Panduan
Setelah mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat menggabungkan dua partisi yang berdekatan di satu hardisk menjadi satu partisi yang lebih besar. Panduan ini ditujukan bagi pengguna Windows 10/11 dan Linux yang memiliki sedikit pengalaman menggunakan utilitas partisi. Fitur utama yang akan Anda manfaatkan meliputi: pemilihan partisi secara visual, pemindahan data secara aman, dan penyesuaian ukuran partisi melalui antarmuka grafis maupun baris perintah.
Sebelum Memulai
- Windows 10/11 atau distribusi Linux dengan dukungan GParted (mis. Ubuntu 22.04)
- Hardisk dengan minimal dua partisi berdekatan (mis. C: dan D:)
- Hak administrator (Windows) atau root (Linux)
- Backup data penting sebelum memodifikasi partisi
- Internet tidak diperlukan, namun disarankan untuk mengunduh GParted Live ISO jika belum ada
Menyiapkan Sistem
Buka “Manajemen Disk” di Windows atau jalankan GParted dari Live USB di Linux. Pastikan partisi yang akan digabungkan berada pada satu drive fisik dan tidak terpisah oleh partisi lain.
Menghapus Partisi yang Tidak Diperlukan
Jika salah satu partisi berisi data yang tidak penting, gunakan opsi “Hapus” atau “Delete” untuk mengosongkannya. Pastikan tidak ada partisi sistem yang dihapus.
Menyalakan Mode DiskPart (Windows)
diskpart
list volume
select volume 2
delete volume
exitScript ini menampilkan semua volume, memilih volume kedua, menghapusnya, lalu keluar dari diskpart.
Membuka GParted (Linux)
Mulai GParted, pilih hardisk target, dan periksa urutan partisi. Pastikan partisi yang akan digabungkan berada berurutan.
Memperbesar Partisi dengan GParted
# GParted GUI:
# 1. Klik kanan partisi target
# 2. Pilih Resize/Move
# 3. Seret batas ke kanan untuk menggunakan ruang yang kosong
# 4. Klik ApplyLangkah ini menyesuaikan ukuran partisi tanpa memformat ulang.
Memindahkan Data (Opsional)
Jika partisi yang akan dihapus berisi data penting, salin terlebih dahulu ke hardisk eksternal menggunakan perintah berikut di Linux:
sudo cp -a /mnt/old_partition/. /mnt/external_drive/Perintah ini menyalin semua file secara rekursif dan menjaga atribut file.
Menggabungkan Partisi
Di Windows, gunakan Disk Management: klik kanan partisi target, pilih “Extend Volume”, dan ikuti wizard. Di Linux, setelah memperbesar partisi di GParted, klik “Apply” untuk menyimpan perubahan.
Menyimpan Perubahan dan Reboot
Setelah proses selesai, restart komputer untuk memastikan sistem mengenali partisi yang telah diperbesar. Periksa ruang yang tersedia dengan “My Computer” di Windows atau “df -h” di terminal Linux.
Tips dan Kesalahan Umum
- Selalu backup data sebelum memodifikasi partisi; kehilangan data tidak dapat dipulihkan.
- Pastikan partisi target tidak berisi sistem operasi yang sedang berjalan saat mengubah ukuran.
- Jika proses gagal, coba gunakan GParted Live USB, karena lebih stabil untuk operasi disk.
- Hindari memindahkan partisi yang berisi boot loader (mis. EFI, /boot) tanpa pengetahuan yang memadai.
- Setelah extend, periksa integritas sistem dengan “chkdsk /f” di Windows atau “fsck” di Linux.











