
Windows 10 terasa lambat setelah pembaruan terbaru, banyak pengguna mencoba menghapus pembaruan atau menginstal ulang sistem namun tetap tidak optimal. Tutorial Cara Mengatasi Windows 10 Yang Lemot Setelah Diupdate akan memandu langkah praktis mempercepat kembali PC.
Tutorial Cara Mengatasi Windows 10 Yang Lemot Setelah Diupdate
Ringkasan Panduan
Setelah mengikuti panduan, pembaca dapat menonaktifkan layanan yang membebani CPU, membersihkan file sementara, mengatur rencana daya untuk performa maksimal, serta memperbaiki file sistem yang rusak. Panduan ini cocok untuk pengguna rumahan dan profesional yang mengandalkan Windows 10 untuk pekerjaan sehari-hari. Fokus pada fitur bawaan Windows seperti Task Manager, Disk Cleanup, Power Options, serta perintah SFC dan DISM.
Sebelum Memulai
- Windows 10 versi 1903 ke atas
- Akun dengan hak Administrator
- Koneksi internet aktif (untuk pembaruan driver)
- Ruang kosong minimal 10 GB pada drive C:
- PowerShell atau Command Prompt dengan hak istimewa
1. Menonaktifkan Program Startup yang Tidak Perlu
Buka Task Manager, pilih tab “Startup”, matikan aplikasi yang tidak penting. Hal ini mengurangi beban proses saat boot.
Get-ItemProperty HKCU:\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run |
Select-Object PSChildName, Value |
Where-Object {$_.PSChildName -notmatch "Microsoft"} |
ForEach-Object {Remove-ItemProperty -Path $_.PSPath -Name $_.PSChildName}
PowerShell script di atas menghapus entri startup pihak ketiga, mempercepat waktu boot.
2. Membersihkan File Sampah dengan Disk Cleanup
Jalankan utilitas cleanmgr secara otomatis untuk menghapus file sementara, recycle bin, dan instalasi pembaruan lama.
cleanmgr /sagerun:1
Perintah ini memakai konfigurasi yang telah disimpan sebelumnya (gunakan cleanmgr /sageset:1 untuk memilih item).
3. Mengoptimalkan Pengaturan Power Plan
Pilih rencana “High performance” atau sesuaikan opsi “Processor power management” agar CPU tidak throttling.
powercfg -setactive SCHEME_MIN
powercfg -setacvalueindex SCHEME_MIN SUB_PROCESSOR PROCTHROTTLEMAX 100
powercfg -setactive SCHEME_MIN
Kode di atas mengaktifkan skema daya minimal dan menetapkan nilai maksimum untuk throttle CPU.
4. Memperbarui Driver Melalui Device Manager
Buka Device Manager, pilih setiap perangkat dengan tanda kuning, pilih “Update driver” → “Search automatically”. Pembaruan driver memperbaiki kompatibilitas setelah Windows Update.
5. Menjalankan Pemeriksaan Sistem (SFC & DISM)
Gunakan System File Checker untuk memperbaiki file sistem, lalu DISM untuk memperbaiki image Windows.
sfc /scannow
DISM /Online /Cleanup-Image /RestoreHealth
Kedua perintah ini memastikan integritas file sistem dan memperbaiki kerusakan yang mungkin muncul setelah pembaruan.
Tips dan Kesalahan Umum
- Jangan menonaktifkan layanan Windows penting seperti “Windows Update” atau “Security Center”.
- Setelah membersihkan startup, reboot PC untuk memastikan perubahan berlaku.
- Gunakan “High performance” hanya bila PC memiliki pendingin memadai; suhu berlebih dapat menurunkan stabilitas.
- Jangan jalankan SFC dan DISM bersamaan; selesaikan satu proses sebelum memulai yang lain.
- Jika driver tidak tersedia di Device Manager, unduh versi terbaru langsung dari situs produsen.











