
Membersihkan Drive Hingga 20 GB Setelah Update Windows
Setelah memperbarui Windows, drive Anda tiba-tiba penuh dengan file sementara dan cache yang tidak perlu. Artikel ini mengajarkan cara membersihkan drive hingga 20 GB setelah update Windows menggunakan alat sistem bawaan dan praktik terbaik.
Ya, proses ini aman dilakukan pada sistem Windows versi apa pun. Pembersihan drive setelah pembaruan adalah langkah standar yang direkomendasikan Microsoft untuk memulihkan ruang penyimpanan.
Ringkasan Panduan
Setelah menyelesaikan panduan ini, Anda dapat menghapus file update Windows lama, cache sistem, dan file sementara yang memakan 10–20 GB ruang disk. Panduan ini cocok untuk pengguna Windows 10 dan Windows 11 yang ingin memaksimalkan kapasitas penyimpanan tanpa menghapus data penting.
Kemampuan utama yang akan Anda gunakan meliputi Disk Cleanup (Pembersihan Disk), Storage Sense (Sensor Penyimpanan), dan penghapusan file Windows Update lama melalui pengaturan sistem. Setiap metode dirancang untuk menghapus file tertentu yang aman dihapus tanpa merusak instalasi Windows.
Prasyarat
Menyiapkan Sistem Sebelum Pembersihan
Buka pengaturan dan pastikan tidak ada update Windows yang sedang berlangsung. Tekan tombol Windows, ketik "Settings", lalu buka aplikasi Settings.
Navigasi ke Update & Security (Windows 10) atau System > About (Windows 11) untuk memverifikasi status update. Tunggu hingga semua update selesai sebelum melanjutkan, karena file update aktif tidak boleh dihapus.
Menggunakan Disk Cleanup untuk Menghapus File Lama
Buka File Explorer, klik kanan pada drive C: (atau drive utama Anda), lalu pilih Properties. Di jendela Properties, klik tombol "Disk Cleanup".
Alat Disk Cleanup akan memindai drive selama 30 detik hingga 2 menit. Setelah selesai, centang kotak-kotak berikut untuk penghapusan maksimal:
Klik "Clean up system files" untuk mengakses opsi tambahan termasuk update Windows lama. Ini biasanya membebaskan 5–15 GB ruang.
Mengaktifkan Storage Sense untuk Pembersihan Otomatis
Storage Sense adalah fitur pembersihan otomatis bawaan Windows. Buka Settings > System > Storage (Windows 11) atau Settings > System > Storage > Storage Sense (Windows 10).
Aktifkan Storage Sense dan atur frekuensi pembersihan. Pilih opsi "Every day", "Every week", atau "Every month" sesuai kebutuhan. Windows akan otomatis menghapus file sementara, cache, dan item di Recycle Bin yang lebih tua dari waktu yang ditentukan.
Menghapus File Cache Browser dan Aplikasi
File cache browser menyimpan data web halaman yang sudah dikunjungi. Untuk Chrome atau Edge, tekan Ctrl+Shift+Delete untuk membuka jendela "Clear browsing data". Pilih "All time" dan centang "Cached images and files".
Aplikasi pihak ketiga seperti Adobe Creative Suite, Visual Studio, dan perangkat lunak desain juga menyimpan cache besar. Buka pengaturan aplikasi masing-masing dan cari opsi "Clear Cache" atau "Delete Temporary Files".
Membersihkan Folder WinSxS Dengan Aman
Folder WinSxS menyimpan file backup komponen Windows dan dapat mengonsumsi 5–10 GB. Pembersihan dilakukan melalui command line dengan hak administrator.
Tekan tombol Windows, ketik "Command Prompt", klik kanan, dan pilih "Run as administrator". Jalankan perintah berikut:
Dism.exe /online /Cleanup-Image /StartComponentCleanup /ResetBase
Proses ini memakan waktu 10–30 menit. Jangan tutup Command Prompt sampai selesai. Pembersihan ini aman dan tidak akan merusak sistem.
Verifikasi Ruang yang Telah Dibebaskan
Buka File Explorer dan klik Properties pada drive C: untuk melihat ruang kosong baru. Bandingkan dengan kapasitas sebelumnya.
Jika hasil pembersihan kurang dari 5 GB, cek folder Downloads, Documents, dan Desktop untuk file besar yang tidak diperlukan. Gunakan aplikasi analisis disk seperti WizTree atau TreeSize untuk mengidentifikasi folder yang mengonsumsi ruang terbesar.











